Trik Agar Tidak Terjebak Rupiah Palsu #CintaRupiah

hati hati uang palsu

Cinta rupiah –  Uang rupiah dinyatakan asli dan diakui oleh pemerintah sebagai alat tukar yang sah, apabila dicetak, diterbitkan dan diatur peredarannya oleh Bank Indonesia. Sedangkan uang palsu adalah uang yang dicetak dengan sengaja dan dibuat semirip mungkin dengan uang asli, serta diedarkan oleh sekelompok orang tertentu yang tidak diberi wewenang oleh Bank Indonesia. Uang itu digunakan untuk bertransaksi kepada masyarakat seperti layaknya uang asli.

Hampir setiap tahun masyarakat Indonesia selalu disuguhi oleh berita-berita mengenai penangkapan para pengedar dan pencetak uang rupiah palsu. Berita terbaru adalah saat seorang wanita tua yang ditangkap polisi karena nekad berbelanja di warung dengan membawa empat lembar uang pecahan Rp100.000,00 palsu beberapa waktu yang lalu.

Uang palsu biasanya banyak ditemukan di toko dan berbagai pusat perbelanjaan. Menjelang hari-hari besar seperti Ramadhan, Lebaran, serta Pilkada serentak, biasanya uang palsu banyak beredar. Hal ini didorong oleh kebutuhan yang semakin meningkat.

Uang rupiah NKRI 2016 diakui Bank Indonesia memiliki unsur pengaman yang lebih baik daripada uang terbitan lama. Unsur pengaman tersebut terdiri dari tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, tinta yang bisa berubah warna, gambar tersembunyi, dan gambar saling isi. Unsur pengaman yang berlapis ini dimaksudkan dengan tujuan sebagai antisipasi risiko pemalsuan.

Uang NKRI 2016 juga memiliki Blind Code, yaitu kode khusus bagi penyandang tuna netra yang apabila tanda khusus tersebut diraba akan terasa huruf-huruf yang lebih kasar. Huruf tersebut masih bisa dirasakan walaupun basah terkena air. Hal ini tentu sangat membantu para tuna netra agar tidak mudah ditipu saat berbelanja.

Bagi masyarakat awam, cara mudah mengetahui uang asli hanya dengan trik 3D (Dilihat, diraba, diterawang).

1.Dilihat
Gradasi warna uang asli lebih terang dan jelas, tidak ada tinta yang meleber ke mana-mana, apabila digoyangkan ke arah berlawanan akan terjadi perubahan warna.

2.Diraba
Uang kertas asli permukaannya lebih kasar daripada uang palsu.

3.Diterawang
Apabila diterawang ke arah cahaya, akan terlihat tanda air dan gambar saling isi atau rectoverso yang membentuk huruf BI.

Kasus wanita tua di atas tersebut bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan di manapun berada. Rawat dan perlakukan uang dengan baik, dengan cara tidak melipat meremas, mensteples, dan mencoret-coret uang kertas.

Mari cintai rupiah dengan cara mengenalinya dengan cara di atas.

 

foto poskota

(Visited 9 times, 1 visits today)