Edukasi Identitas Bangsa Melalui #CintaRupiah

edukasi cinta rupiah

Cinta rupiah –  Rupiah yang merupakan mata uang bangsa dan negara Indonesia selain sebagai alat pembayaran yang sah di negara ini, juga secara tidak langsung sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai segala bentuk keberagaman yang dimilikinya baik seni, budaya, flora dan fauna, keindahan alam Indonesia serta keberagaman lainnya yang merupakan identitas bangsa dan negara. Lebih dari itu, rupiah juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi sejarah perjuangan bangsa dalam proses menuju kemerdekaannya.
Penyebarannya yang cukup cepat dalam siklus perekonomian membuat Rupiah mudah diterima dan dikenali oleh masyarakat. Secara tersirat rupiah tidak sekadar alat pembayaran karena memiliki sistem edukasi pada setiap sisinya yang ditampilkan dalam bentuk visual melalui gambar-gambar yang cukup menarik. Barbagai rumah adat dari pelosok negeri seperti rumah toraja dan rumah gadang juga turut menghiasi rupiah. Hal ini secara tidak langsung akan membuat kita lebih mengenal berbagai macam rumah-rumah adat yang ada di bumi tercinta. Selain rumah adat, ada juga bermacam fauna endemik dari berbagai wilayah di Indonesia yang dijadikan icon uang-uang rupiah. Pengenalan fauna endemik ini membuat kita mendapat pengetahuan baru mengenai hewan-hewan khas yang hanya ada di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia. Sehingga diharapkan kita mampu menjaga dan melestarikannya agar tidak terjadi kepunahan.

Tokoh-tokoh pahlawan juga tidak ketinggalan untuk turut serta melengkapi tampilan mata uang kita, mulai dari Pattimura, Ki Hajar Dewantara, Kartini sampai tokoh proklamator kita Ir. Soekarno yang didampingi Drs. Moh. Hatta dan tentunya masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Melalui rupiah dengan tokoh-tokoh pahlawannya, tentunya dapat mengingatkan kembali peristiwa-peristiwa bersejarah yang pernah terjadi dalam memperebutkan dan memperoleh kemerdekaan.
Secara acak identitas-identitas yang kita miliki juga digambarkan dengan jelas dalam rupiah. Misalnya candi prambanan di uang Rp.10.000 tahun 1979, lompat batu Nias yang merupakan adat masyarakat Nias yang terdapat di lembaran uang Rp. 1000 tahun 1979, hingga menara kudus yang sangat bersejarah bagi penyebaran agama Islam yang menghiasi uang Rp. 5.000 tahun 1986.

Nah keberagaman itu tentu secara tidak langsung dapat memberi kita pengetahuan baru mengenai beragamnya adat, seni, budaya, kekayaan alam hingga tokoh-tokoh sejarah yang menjadi Identitas bangsa dan negara kita, Indonesia.

 

foto pexels
.

(Visited 14 times, 1 visits today)